Teh Ibu Indonesia Resmi Dukung JJL 2026, Sepakbola Anak Jadi Perhatian
KOMPETISIA.ID, BANDUNG — Gelaran Jabar Junior League (JJL) 2026 mendapat dukungan penuh dari produk minuman siap konsumsi Teh Ibu Indonesia.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Teh Ibu Indonesia untuk ikut mendorong perkembangan sepak bola usia muda sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak Jawa Barat untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetisi, dan mengejar prestasi.
Owner Teh Ibu Indonesia, Boni Aggara, mengatakan dukungan terhadap JJL 2026 tidak semata-mata berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap proses tumbuh kembang anak melalui olahraga.
Menurutnya, sepak bola dapat menjadi sarana positif untuk membentuk kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan kepercayaan diri sejak usia dini.
“Kami mendukung sepak bola anak karena mereka adalah bagian penting dari masa depan olahraga Indonesia. Teh Ibu Indonesia ingin ikut hadir dalam proses mereka belajar, berkompetisi, dan mengejar prestasi. Kami berharap dukungan ini bisa memberikan semangat tambahan bagi anak-anak untuk terus berkembang,” ujar Boni Aggara dalam wawancara, Senin (31/8/2026).
Boni menegaskan, komitmen tersebut tidak berhenti pada dukungan terhadap satu kegiatan. Ia berharap ekosistem kompetisi sepak bola anak di Jawa Barat semakin berkembang sehingga semakin banyak pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding secara sehat dan berkelanjutan.
JJL 2026 dinilai menjadi salah satu ruang yang penting untuk mempertemukan potensi-potensi muda sekaligus membangun budaya kompetisi yang positif.
Dukungan tersebut mendapat respons positif dari Project Manager JJL 2026, Rinal Taufik. Ia menyebut keterlibatan Teh Ibu Indonesia menjadi energi tambahan bagi penyelenggara dan peserta untuk menjalankan kompetisi dengan lebih baik.
Bagi Rinal, dukungan dari dunia usaha menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola anak membutuhkan kolaborasi banyak pihak, bukan hanya klub, pelatih, pemain, dan orang tua.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Teh Ibu Indonesia. JJL bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, belajar dari kompetisi, dan memiliki target untuk terus meningkatkan prestasi,” kata Rinal Taufik.
Rinal menjelaskan, target JJL 2026 adalah menghadirkan kompetisi yang mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus mendorong setiap tim untuk memiliki standar prestasi yang lebih baik. Selain hasil pertandingan, perkembangan pemain, sportivitas, kedisiplinan, serta keberanian anak untuk berkompetisi menjadi bagian penting dari perjalanan JJL.
Rangkaian kompetisi tersebut juga akan mencapai salah satu momentum penting melalui malam anugerah JJL 2026 Award sebagai bentuk apresiasi terhadap pemain, tim, dan pihak-pihak yang berkontribusi.
“JJL 2026 Award menjadi malam apresiasi untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjuang dan memberikan warna dalam kompetisi. Kami ingin prestasi anak-anak tidak hanya dikenang dari skor pertandingan, tetapi juga dari kerja keras, sportivitas, dan kontribusi mereka selama mengikuti JJL 2026,” ujar Rinal.
Bagi JJL 2026, dukungan Teh Ibu Indonesia dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun kompetisi usia muda yang berkelanjutan. Semangat yang dibawa bukan sekadar memenangkan pertandingan, melainkan memastikan anak-anak memiliki panggung untuk berkembang dan berprestasi.
Dengan kolaborasi tersebut, JJL 2026 diharapkan mampu menjadi bagian dari perjalanan panjang lahirnya talenta-talenta sepak bola Jawa Barat yang siap melangkah ke level yang lebih tinggi. (*)